surabaya bebaskan dari polusi

mari kita bangun surabaya

2007-06-16

Selamatkan Kalimas Kita

Kondisi Kalimas yang ada di Surabaya sungguh sangat mengenaskan. Bayangkan saja, sungai yang digunakan sebagai sumber air minum itu, telah tercemar oleh berbagai jenis limbah baik limbah sampah, limbah rumah tangga, maupun limbah industri. Kebersihan sungai kalimas saat ini sudah diambang batas artinya sungai kalimas sudah tidak bisa disebut lagi sungai yang bersih karena kalau kita lihat di sepanjang sungai kalimas banyak kita temukan sampah-sampah yang menumpuk. Bahkan lebih parah lagi, sungai kalimas tersebut digunakan oleh masyarakat Surabaya terutama pemulung atau gelandangan sebagai sarana MCK.
Banyak sampah-sampah dapur yang mencemari sungai kalimas seperti sampah deterjen, sampah dari sisa makanan-makanan yang banyak mengandung zat-zat kimia berbahaya sehingga kalau kita pikir, ” layakkah air dari sungai Kalimas digunakan sebagai sumber air minum ???”
Sampai saat ini belum ada penanganan khusus dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini. Bahkan dari penelusuran saya, air dari sungai Kalimas berbusa sehingga dapat disimpulkan kandungan kimia berbahaya sudah mengkontaminasi air Kalimas tersebut.
Oleh karena itu, saya memiliki solusi untuk menangani kondisi air yang tercemar tersebut dengan jalan pengembangbiakan Tanaman eceng gondok di sepanjang bantaran sungai kalimas. Saya memilih alternatif tanaman gondok sebagai pencegah pencemaran air tersebut karena tanaman eceng gondok dapat menyerap limbah-limbah berbahaya sehingga ia berkemampuan menetralisir air dari kandungan zat-zat kimia. Itulah kiranya yang dapat saya kemukakan guna menyelamatkan kALimAS kiTA

Original by happy



Read more...

Selamatkan Kalimas Kita

berita ini saya dapatkan ketika itu saya mengambil suatu berita yang cukup menarik,yaitu tentang sungai kalimas bukan baku air minum, saya mencari berita di kompas lewat internet. (kompas jawa timur,10 apr 2007 penulis: prigi arisandi)
merurut saya memang sungai kalimas ini tidak cocok dan tidak layak untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum karena dari Hasil pengukuran jauh di bawah standar kandungan oksigen terlarut dalam air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001, yakni 4 mg/l untuk air kelas 2. Kandungan oksigen dalam air sebesar 0,7 mg/l dapat dikategorikan kondisi air dalam keadaan septik, yaitu air dalam keadaan miskin oksigen. Dampaknya, biota-biota di air mengalami kondisi anoksik yang menyebabkan biota air seperti ikan mengalami kematian.

Foto ini saya ambil sendiri ketika saya sepulang dari pendaftaran di AJBS. Foto ini menunjukkan bahwa air kalimas memang tidak cocok digunakan sebagai bahan baku air minum dan airnya diperuntukkan bagi pengairan tanaman karena seperti foto tersebut terdapat tanaman pohon pisang yang sangat banyak didaerah sungai kalimas.





Memang air di kalimas ini tidak cocok digunakan untuk bahan baku air minum dan menurut kompas juga dikatakan airnya diperuntukkan bagi budidaya ikan dan pengairan tanaman. Dengan demikian, air Kalimas tidak layak untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum.

sumber: PIK





Read more...

Selamatkan Kalimas Kita

Sekarang didalam TPA dibuat tenda-tenda untuk memilih sampah plastik basah dan sampah kering untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk cukup tinggi seperti gunung dan juga agar tidak memakan banyak tempat sekaligus memudahkan untuk didaur ulang karena sampahnya sudah dibeda-bedakan, tapi kalau masalah harga sampah tentunya yang paling mahal yaitu sampah plastik kering dari pada dari sampah plastik basah karena sampah plastik kering lebih mudah untuk didaur ulang sedangkan kalau sampah plastic basah tentunya harganya lebih murah dari pada sampah plastic kering karena sampah plastic basah proses pengolahan daur ulangnya lebih lama dan tidak efisien.


Foto ini saya ambil sendiri ketika saya berada didalam TPA benowo, foto ini saya ambil ketika sore hari, bahwa foto ini membuktikan didalam Tpa telah dibangun sebuah tenda-tenda untuk memilih sampah kering dan sampah basah.

Original by happy










Read more...

Selamatkan Kalimas Kita

Warga setempat yang tinggal dikawasan TPA benowo yang sekarang menjadi pengepul mereka sangat senang sekali karena mereka mendapat banyak keuntungan dari menjual ronsokan tersebut dan juga mereka sekarang tidak perlu susah-susah untuk mencari sebuah penghasilan yang besar, seminggu saja mereka bisa menghasilkan kurang lebih sebanyak 2 juta.

foto ini saya ambil sendiri, foto ini menunjukkan bahwa ini adalah tempat para pengepul itu bekerja disitu dibangun sebuah gudang-gudang untuk mengumpulkan sampah.







sebelum dikawasan mereka ada tempat pembuangan sampah dan mereka belum menjadi pengepul seperti sekarang, perekonomian mereka sangat rendah dan susah sekali kalau mendapat penghasilan tetapi setelah ada tempat pembuangan sampah hidup mereka jadi berubah total mereka sekarang bisa beli apapun yang mereka inginkan tidak seperti dulu, bahwa warga setempat yang menjadi pengepul bahkan mereka pun bisa naik haji sungguh luar biasa padahal dia Cuma menjadi pengepul.
Ternyata dengan dijadikan daerah tersebut untuk pembuangan sampah sekota Surabaya ternyata dibalik itu semua menjadi rezeqi warga tersebut, bahkan sekarang warga daerah tersebut biasanya dipanggil orang dari luar sebagai juragan sampah.

Original by happy


Read more...

Selamatkan Kalimas Kita

Pada awalnya warga tidak setuju kalau dikawasan tempat tinggal mereka tersebut ditempati sebagai tempat pembuangan sampah terakhir sekota Surabaya, warga pun demo ketempat TPA mereka ingin agar dikawasan tempat tinggal mereka tidak ditempati sebagai tempat pembuangan sampah terakhir sekota Surabaya karena warga berpikir kalau ditempati sebagai pembuangan sampah maka aktivitas mereka akan terganggu dan dikhawatirkan akan timbul berbagai macam penyakit didaerah mereka.
Ternyata akhirnya setelah dirundingkan dengan warga tersebut pemkot akan mengajukan berbagai fasilitas jika warga setempat mau kalau tempat mereka ditempati sebagai tempat pembuangan sampah yaitu yang berupa :
1) masuknya PDAM didaerah daerah mereka karena didaerah tersebut belum masuk PDAM dan itu pun bayarnya diberikan keringanan untuk mencicil.
2) Semua jalan yang ada didaerah mereka akan diperbaiki.
3) Warga setempat yang harus menjadi pengepulnya.
4) Dibangunkan lembaga pendidikan.
5)
Diberikan penerangan.
6) Didaerah warga setempat dibangunkan sebuah balai desah.
7) Sekolah didaerah mereka akan direnovasi dan ditingkat sebagus mungkin.
8) Warga setempat dibangunkan sebuah musholah yang cukup bagus. DLL

foto ini saya ambil sendiri didaerah sekitar TPA, foto ini menunjukkan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pemkot sudah dilakukan yaitu berupa jalan yang ada didaerah mereka telah diperbaiki dan juga penerangan yang diberikan oleh pemkot.





Akhirnya setelah diberikan berbagai macam fasilitas warga setempat setuju kalau didaerah mereka dijadikan sebagai pembuangan sampah terakhir sekota Surabaya. Setelah beberapa hari tempat itu digunakan sebagai pembuangan sampah warga setempat mengeluh karena baunya yang tidak sedap dan dapat mengganggu aktivitas warga tersebut apa boleh buat warga setempat sudah setuju kalau didaerah mereka ditempati sebagai pembuangan sampah jadi warga tersebut harus menerimanya.

Original by happy






Read more...

Selamatkan Kalimas Kita

Volume sampah di Kota Surabaya dalam dua tahun terakhir mengalami
penyusutan. Pemanfaatan dan pengolahan sampah oleh masyarakat menjadi
salah satu faktor yang turut mengurangi volume tersebut.
Selama dua tahun terakhir (2005-2006) volume sampah per bulan di
Surabaya menyusut 1,2 persen. Berkurangnya volume sampah ini tercatat
sejak tahun 2004. Di tahun tersebut volumenya menyusut 0,4 persen
dibandingkan dengan tahun 2003, padahal sebelumnya sempat melonjak
hingga 1,6 persen.

Foto ini saya ambil sendiri dari dalam TPA benowo, ini bukti bahwa volume sampah disurabaya menyusut, sampahnya sudah tidak setinggi lagi seperti dulu yang kayak gunung.






Tingkat keterangkutan sampah ke TPA juga mengalami penurunan.
Tahun 2006 sampah yang diangkut dari total volume sampah yang
dihasilkan berkurang 12 persen dibandingkan tahun 2005. Sampah-
sampah yang tidak terangkut inilah yang kemudian diolah menjadi
kompos di tujuh rumah kompos yang tersebar di seluruh wilayah
Surabaya.
Pengolahan sampah berbasis komunitas, salah satunya dengan
pemilahan sampah basah dan kering, membantu menyelesaikan persoalan
sampah di Surabaya. (kompas, 25 May 2007 hal 1, Yohan Wahyu)

Sumber : PIK





Read more...

Selamatkan Kalimas Kita


Pada awalnya pemblokiran jalan masuk ke TPA benowo ini pada tanggal 14 Feb 2007 dikarenakan petani dan buruh tambak yang belum mendapat ganti rugi tambaknya tercemar lindi atau cairan rembesan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah Benowo pada Maret 2005.
foto ini saya ambil sendiri, foto ini menunjukkan bahwa itu adalah tempat aksi para petani tambak melakukan pemblokiran jalan masuk ke TPA.

Penutupan jalan ini dilakukan oleh 22 petani tambak dan 22 buruh tambak ini berlangsung pukul 06.45 - 09.00. akibatnya 40 truk sampah tidak dapat masuk kedalam TPA akibat blokade ini.aksi ini disebabkan oleh petani dan buruh tambak yang kesal terhadap sikap pemerintah yang tidak memenuhi tuntutan mereka selama hampir dua tahun.
Selain itu, mereka berkali-kali melaporkan hal ini ke DPRD Surabaya. Namun, DPRD pun tidak mengupayakan atau menanggapi agar tuntutan mereka bisa terkabul. Akibatnya tambak para petani itu tercemar lindih dan para petani mengalami kerugian sebesar Rp 323,3 juta. Ini dengan rincian ganti rugi udang yang mati karena lindi sebesar Rp 263,9 juta dan ganti rugi membayar upah 22 buruh tambak selama tiga bulan sebesar Rp 59,4 juta.
Setelah aksi pemblokiran itu masih berlanjut cukup lama sehingga membuat jalan raya penuh dengan truk-truk sampah yang besar sehingga mempersulit kendaraan-kendaraan lainnya untuk lewat akhirnya Sejumlah petugas di TPA Benowo kemudian meminta para petani dan buruh tambak itu pergi ke kantor dinas kebersihan dan pertamanan untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada kepala dinas.


Foto ini saya ambil sendiri dari dalam TPA benowo, air itu adalah contoh lindih yang telah mencemari para petani tambak.






Akhirnya mereka menyudai aksi mereka dan jalan menuju masuk keTPA pun dibuka dan akhirnya para truk sampah itu sudah bisa melakukan aktivitas mereka seperti biasa. setelah itu para petani tambak segera bergegas pergi ke kantor dinas kebersihan dan pertamanan untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Setelah mereka sampai disana para petani tambak merasa kecewa karena Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, saat lindi di TPA Benowo bocor pada Maret 2005, dirinya belum menjabat sebagai kepala dinas kebersihan sehingga tidak tahu-menahu ganti rugi tambak yang terkena lindi. Waktu itu yang menjabat sebagai kepala dinas kebersihan adalah Kusnowihardjo.
Tri Rismaharini berkata "Kalau sekarang saya harus memberikan ganti rugi kepada mereka, dasarnya apa? Di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2007 tidak ada alokasi dana untuk itu sehingga saya tidak mungkin memenuhi tuntutan mereka,"
Setelah para petani tambak mendengar perkataan dari Tri Rismahar mereka merasa sangat kecewa kemudian para petani tambak mengancam lagi untuk memblokir jalan masuk ke TPA Benowo minggu depan. (kompas, 15 Feb 2007 , APA)

sumber: PIK





Read more...